Selamat Datang di Forum Keluarga Besar Wiboet.

Silahkan isi daftar alumni untuk alumni yang sudah mendaftar.






Regard
Admin
Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Keywords

Latest topics
» Daftar Alumni Angkatan XII Th 2010
Tue Jan 17, 2012 1:18 pm by adji soed

» [SHARE] Foto Foto Kenangan [ANGKATAN 2008]
Mon Jan 16, 2012 4:05 pm by sumirpl

» Apa Itu Bisnis Internet Marketing
Mon Jan 16, 2012 3:16 pm by sumirpl

» Apa Itu Bisnis Internet Marketing
Mon Jan 16, 2012 3:15 pm by sumirpl

» CERITA LUCU KLO HERO DOTA PADA MASUK SKUL
Fri Jan 13, 2012 8:59 am by si one's

» antara jomblo, combro, dan homo..
Fri Jan 13, 2012 8:30 am by si one's

» Daftar Alumni Angkatan XIII Th 2011
Thu Nov 17, 2011 9:30 am by nunutuxcer

» Ikuti Survet dan Anda dibayar dengan Rupiah/Dollar via Paypal
Mon Nov 14, 2011 9:45 am by seehab

» Galaxy Note Dijual Mulai 12 November di Indonesia
Sat Nov 12, 2011 6:07 pm by and(y)_dodot

December 2017
MonTueWedThuFriSatSun
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Calendar Calendar

Affiliates
free forum

Shopmotion



Resiko Disekitar Kita

 :: Hobi :: Otomotif

View previous topic View next topic Go down

Resiko Disekitar Kita

Post  thiez_three on Wed Nov 09, 2011 9:52 am



Resiko lagi, resiko lagi. Yah memang hidup penuh resiko. Bahkan mungkin lebih tepat lagi kalau disebut “resiko adalah hidup”. Semuanya ada resiko. Mau makan, tidur, jalan, kerja, buang air, naik motor, naik sepeda, mobil tidak perduli siang atau malam, pagi-sore, selalu ada resiko. Jangan kan itu, bernafas aja ada resikonya. Gak mau kenal resiko ? Jangan Idup boss.

Dalam hidup dan menjalani hidup, selama waktu bergulir, resiko selalu ada membayangi dan menemani. Disetiap langkah kita. Kemajuan adalah resiko. Kalau ngomongin dalam dunia per-biker-an, mau motor maju, ehem… maksud saya motornya dilajukan kearah depan, he he “maju beneran” pasti ada resiko. JAngankan maju, berhenti aja ada resikonya, tau gak apa resiko kalau motor gak dimajukan ? Resiko “kaga nyampe-nyampe”… ya iya laaahhh.

Baru dua paragraf aja kita sudah tau, bahwa Resiko datang tidak bisa ditolak. Dan “dia” selalu mengintai, tidak pernah tidur dan lengah mengintai untuk menerkam kita.

Namun, sebagai manusia, mahluk Tuhan yang paling baik dan hebat dimuka bumi ini, kita diberikan akal dan fikiran untuk dapat berusaha mengurangi resiko, atau bahkan menekan resiko hingga pada titik 0 (nol). Tapi anehnya, tetap saja banyak yang tidak mau menggunakan akalnya untuk mengurangi resiko. Atau mungkin gak punya cukup kecerdasan untuk mengenali resiko itu.

Duh… Resiko itu apa sih ? He he he.. paling gampang, kita tanya sama om gugel (Google.com .red). Boleh coba ketik “define: risk” di om gugel ini. “Risk concerns the expected value of one or more results of one or more future events.” Bingung dengan bahasa Londo ? Mari saya bantu… “Resiko adalah mengenai suatu nilai yang timbul sebagai hasil dari satu atau beberapa kerjadian dimasa depan”.
Secara teknis, bisa berarti bagus atau buruk. Tapi kalau kita ngomong “resiko” biasanya pasti berarti jelek.

Udah, gak usah di pusingin, apasih itu “resiko”. Mumet. Pokoknya resiko itu biasanya tidak kita inginkan, dan orang cerdas selalu berusaha menghindarinya. Nah, secara umum dan pada dasarnya, semua orang ingin menghindari resiko. Dalam dunia berkendara motor menghindari resiko sama juga menghindari cidera dan celaka. Dan mereka semua (pengendara motor. red.) melakukan aktifitas-aktifitas terhadap resiko yang secara tidak sadar mereka selalu lakukan. Aktifitas tersebut disebut ODA (Observe, Decide dan Act).



Observe artinya “mengamati”. Betul sekali, mengamati resiko. Biasanya sebuah resiko diperhatikan dan ditimbang-timbang bahaya-nya.

Decide artinya “memutuskan”. Memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan terhadap sebuah resiko agar bisa dihindarkan.

Act artinya “tindakan”. Secara nyata melakukan sebuah tindakan dalam rangka menghindari resiko.
ODA ku, ODA mu dan ODA mereka
Coba kita perhatikan bagaimana sih perilaku pengendara pada umumnya jika dihubungkan dengan ODA terhadap resiko.

Sruntulers
Pengendara motor yang doyan “sruntulan”, maksudnya pengendara motor yang sukanya bawa motor serampangan, potong kiri-potong kanan sembarangan dengan kecepatan yang tinggi. Pengendara motor seperti ini memiliki nilai “Act” dan “Decide” yang berlebihan dengan “Observe” yang kecil.



Sruntulers akan dengan gesit menerobos ramainya lalulintas, karena mereka berfikir dengan cepat untuk menentukan penempatan posisi kendaraan serta juga banyak menggunakan otak untuk melakukan manuver-manuver. Mereka kurang mengamati resiko disekitarnya (kurangnya observasi) dan karenannya menjadi kurang siap menghadapi perubahan dinamika lalulintas.

Kurang observasi otomatis menjadikan kurang matangnya persiapan dan pengambilan keputusan. Walaupun dituntut untuk mengambil keputusan dengan sangat cepat, maka keputusan yang diambil pun sering salah karena kurangnya pengamatan terhadap resiko. Al-hasil, Sruntulers justru memposisikan diri mereka dalam cengkraman bahaya.

Slow Movers
Ibu-ibu bawa motor sering kali terlihat kaku, berjalan perlahan dan penuh kehati-hatian. Pandangannya terpaku jauh kedepan dengan kecepatan rendah. Jika bermanuver sangat lamban dan kaku, membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Orang-orang seperti ini memiliki nilai Observe dan Decide yang tinggi, namun Act yang rendah.



Mungkin karena kurangnya keberanian atau percaya diri dalam berkendara atau karena kehati-hatian yang berlebihan terhadap resiko. Dalam lingkungan lalulintas yang kosong dan lengang, slow movers akan selalu aman dari resiko, namun dalam kepadatan lalulintas yang berubah sangat dinamis, orang-orang ini akan terjebak dalam lingkungan lalulintas.

Risk Taker
Tukang ambil resiko, beda dengan sruntulers yang demennya selap-selip dan potong jalan orang seenak udelnya, orang yang doyan ambil resiko disini maksudnya sering mengambil resiko tanpa banyak perhitungan. Dia tau resiko, dia tau kemungkinannya tapi tetap saja resiko di “hajar” !!
Tidak punya perhitungan, mungkin lebih tepat. Observasi sudah cukup, dimana ia sudah menemukan potensi-potensi resiko. Act juga baik dan sigap. Tapi Decision yang minim.



Kurangnya pengalaman dan pengetahuan seputar Safety Riding lebih berpengaruh pada orang orang yang suka mengambil resiko, menjadikan pengambilan resiko yang berlebihan tanpa dipikir-pikir, walaupun ia sudah sadar bahwa resiko itu mengintai.
Nah, coba bayangkan, kalau Sruntuler (minim observasi) digabungkan dengan Risk Taker (minim decision). Yang ada hanya Action dan Action dan Action !!!



Dalam berkendara, orang-orang ini selalu bergerak kekiri-kekanan menghindari halangan (yang hanya ada didepan) tanpa memikirkan motor dikiri atau kanan, kecepatan yang selalu tinggi dan kebut-kebutan. Tidak melihat potensi bahaya jauh didepan yang penting ngebut !!!.

Good Biker

“Pengendara yang baik adalah pengendara yang selalu berusaha mengurangi resiko”.
Observasi yang baik untuk selalu memperhatikan potensi-potensi resiko yang siap-siap menghadang.
Decision yang baik karena setiap aktifitas sudah difikirkan akibatnya dengan matang.
Action yang baik pula karena dilakukan dengan hati-hati, tidak berlebihan dan penuh keahlian.



Sumber Safety Riding Course
avatar
thiez_three
Moderator Otomotif
Moderator Otomotif

Jumlah posting : 9
Join date : 2011-11-08
Age : 27
Lokasi : Jakarta

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 :: Hobi :: Otomotif

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum